Rabu, 13 Juni 2012

mari kita lebih mengenal peran dan fungsi perawat ˆ⌣ˆ

eran dan Fungsi Perawat Ditulis

Oleh : Abdul Wachid,  SH, M.H

Peran Perawat

Merupakan tingkah laku yang

diharapkan oleh orang lain terhadap

seseorang sesuai kedudukan dalam

sistem, dimana dapat dipengartuhi

oleh keadaan sosial baik dari profesi

maupun diluar profesi keperawatan

yang bersifat konstan. Peran perawat

menurut konsirsium ilmu kesehatan

tahun 1989 terdiri dari :

a. Peran Perawat sebagai pemberi

asuhan keperawatan

Peran ini dapat dilakukan perawat

dengan memperhatikan keadaan

kebutuhann dasar manusia yang

dibutuhkan melalui pemberian

pelayanan keperawatan dengan

menggunakan proses keperawatan

sehingga dapat ditentukan diagnosis

keperawatan agar bisa direncanakan

dan dilaksanakan tindakan yang tepat

sesuai dengan tingkat kebutuhan

dasar manusia, kemudian dapat

dievaluasi tingkat perkembangannya.

Peran Perawat sebagai advokat

klien

Peran ini dilakukan oleh perawat

dalam membantu klien dan keluarga

dalam menginterprestasikan berbagai

informasi dari pemberi pelayanan

atau informasi lain khususnya dalam

pengambilan persetujuan atas

tindakan keperawatan yang diberikan

kepada pasien, juga dapat berperan

mempertahankan dan melindungi

hak-hak pasien yang meliputi hak atas

pelayanan sebaik-baiknya, hak atas

informasi tentang penyakitnya, hak

atas privasi, hak untuk menentukan

nasibnya sendiri dan hak untuk

menerima ganti rugi akibat kelalaian.

c. Peran

Perawat

sebagai

Edukator

Peran ini

dilakukan

dengan

membantu

klien

dalam

meningkatkan

tingkat

pengetahuan

kesehatan,

gejala

penyakit bahkan tindakan yang

diberikan, sehingga terjadi perubahan

perilaku dari klien setelah dilakukan

pendidikan kesehatan.

d. Peran Perawat sebagai koordinator

Peran ini dilaksanakan dengan

mengarahkan, merencanakan serta

mengorganisasi pelayanan kesehatan

dari tim kesehatan sehingga

pemberian pelayanan kesehatan

dapat terarah serta sesuai dengan

kebutuhan klien.

e. Peran Perawat sebagai kolaborator

Peran ini dilakukan karena perawat

bekerja melalui tim kesehatan yang

terdiri dari dokter, fisioterapis, ahli gizi

dan lain-lain dengan berupaya

mengidentifikasi pelayanan

keperawatan yang diperlukan

termasuk diskusi atau tukar pendapat

dalam penentuan bentuk pelayanan

selanjutnya.

f. Peran Perawat sebagai Konsultan

Peran ini sebagai tempat konsultasi

terhadap masalah atau tindakan

keperawatan yang tepat untuk

diberikan. Pertan ini dilakukan atas

permintaan klien terhadap informasi

tentang tujuan pelayanan

keperawatan yang diberikan.

g. Peran Perawat sebagai

Pembaharuan

Peran ini dilakukan dengan

mengadakan perencanaan, kerja

sama, perubahan yang sistematis dan

terarah sesuai dengan metode

pemberian pelayanan keperawatan.

Selain peran perawat berdasarkan

konsirsium ilmu kesehatan, terdapat

pembagian peran perawat menurut

hasil lokakarya keperawatan tahun

1983, yang membagi empat peran

perawat:

a. Peran Perawat sebagai Pelaksana

Pelayanan Keperawatan

Peran ini dikenal dengan peran

perawat dalam memberikan asuhan

keperawatan secara langsung atau

tidak langsung kepada klien sebagai

individu, keluarga, dan masyarakat,

dengan metoda pendekatan

pemecahan masalah yang disebut

proses keperawatan.

b. Peran Perawat sebagai Pendidik

dalam Keperawatan

Sebagai pendidik, perawat berperan

dalam mendidik individu, keluarga,

kelompok, dan masyarakat serta

tenaga kesehatan yang berada di

bawah tanggung jawabnya. Peran ini

berupa penyuluhan kepada klien,

maupun bentuk desiminasi ilmu

kepada peserta didik keperawatan.

c. Peran Perawat sebagai Pengelola

pelayanan Keperawatan

Dalam hal ini perawat mempunyai

peran dan tanggung jawab dalam

mengelola pelayanan maupun

pendidikan keperawatan sesuai

dengan manajemen keperawatan

dalam kerangka paradigma

keperawatan. Sebagai pengelola,

perawat melakukan pemantauan dan

menjamin kualitas asuhan atau

pelayanan keperawatan serta

mengorganisasikan dan

mengendalikan sistem pelayanan

keperawatan. Secara umum,

pengetahuan perawat tentang fungsi,

posisi, lingkup kewenangan, dan

tanggung jawab sebagai pelaksana

belum maksimal.

d. Peran Perawat sebagai Peneliti dan

Pengembang pelayanan

Keperawatan

Sebagai peneliti dan pengembangan

di bidang keperawatan, perawat

diharapkan mampu mengidentifikasi

masalah penelitian, menerapkan

prinsip dan metode penelitian, serta

memanfaatkan hasil penelitian untuk

meningkatkan mutu asuhan atau

pelayanan dan pendidikan

keperawatan. Penelitian di dalam

bidang keperawatan berperan dalam

mengurangi kesenjangan penguasaan

teknologi di bidang kesehatan, karena

temuan penelitian lebih

memungkinkan terjadinya

transformasi ilmu pengetahuan dan

teknologi, selain itu penting dalam

memperkokoh upaya menetapkan

dan memajukan profesi keperawatan.

Fungsi Perawat

Fungsi Perawat Meliputi :

a. Fungsi Independen

Dalam fungsi ini, tindakan perawat

tidak memerlukan perintah dokter.

Tindakan perawat bersifat mandiri,

berdasarkan pada ilmu keperawatan.

Oleh karena itu, perawat bertanggung

jawab terhadap akibat yang timbul

dari tindakan yang diambil. Contoh

tindakan perawat dalam menjalankan

fungsi independen adalah:

1) Pengkajian seluruh sejarah kesehatan

pasien/keluarganya dan menguji

secara fisik untuk menentukan status

kesehatan.

2) Mengidentifikasi tindakan

keperawatan yang mungkin dilakukan

untuk memelihara atau memperbaiki

kesehatan.

3) Membantu pasien dalam melakukan

kegiatan sehari-hari.

4) Mendorong untuk berperilaku secara wajar.

b. Fungsi Dependen

Perawat membantu dokter

memberikan pelayanan pengobatan

dan tindakan khusus yang menjadi

wewenang dokter dan seharusnya

dilakukan dokter, seperti pemasangan

infus, pemberian obat, dan

melakukan suntikan. Oleh karena itu,

setiap kegagalan tindakan medis

menjadi tanggung jawab dokter.

Setiap tindakan perawat yang

berdasarkan perintah dokter, dengan

menghormati hak pasien tidak

termasuk dalam tanggung jawab

perawat.

c. Fungsi Interdependen

Tindakan perawat berdasar pada

kerja sama dengan tim perawatan

atau tim kesehatan. Fungsi ini tampak

ketika perawat bersama tenaga

kesehatan lainnya berkolaborasi

mengupayakan kesembuhan pasien.

Mereka biasanya tergabung dalam

sebuah tim yang dipimpin oleh

seorang dokter. Sebagai sesama

tenaga kesehatan, masing-masing

tenaga kesehatan mempunyai

kewajiban untuk memberikan

pelayanan kesehatan kepada pasien

sesuai dengan bidang ilmunya. Dalam

kolaborasi ini, pasien menjadi fokus

upaya pelayanan kesehatan.

Contohnya, untuk menangani ibu

hamil yang menderita diabetes,

perawat bersama tenaga gizi

berkolaborasi membuat rencana

untuk menentukan kebutuhan

makanan yang diperlukan bagi ibu

dan perkembangan janin. Ahli gizi

memberikan kontribusi dalam

perencanaan makanan dan perawat

mengajarkan pasien memilih makan

sehari-hari. Dalam fungsi ini, perawat

bertanggung jawab secara bersama-

sama dengan tenaga kesehatan lain

terhadap kegagalan pelayanan

kesehatan terutama untuk bidang

keperawatannya.


Published with Blogger-droid v2.0.4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar