Selasa, 12 Juni 2012

DENGUE SHOCK SYNDROME


Penderita yang terinveksi virus dengue dapat berupa gejala demam biasa yang hanya berlangsung satu hari kemudian sembuh. Serangan demam semacam ini tidak begitu membahayakan karena relative mudah tertangani. Kondisi yang lain yaitu pada tahap demam dengue (DD), keadaan penderita dapat berupa akut dengan gejala demam ( seringkali muncul secara tiba- tiba) sakit kepala hebat ( seringkali di gambarkan sebagai sakit di belakang mata), mialgia (nyeri otot) dan atralgia ( nyeri persendian), serta mual maupun muntah, terjadi ruam ruam di kulit, munculnya mnifestasi perdarahan kulit, gusi, hidung, saluran pencernaan bahkan air seni mengandung darah.
Keluhan yang mungkin juga terjadi pada penderita ini dapat berupa gatal- gatal, serta gangguan pengecapan ( lidah terasa agak pahit). Kemungkinan yang lain dapat pula terjadi berupa penurunan tingkat kesadaran ( linglung atau koma), kejang bahkan sampai kea rah kelumpuhan. Sebagian penderita ada pula yang kemudian memasuki faseDBD.
Pada beberapa penderita serangan DBD keadaan yang paling mencolok adalah adanya kebocoran plasma pada pembuluh darah kapiler. Ada beberapa criteria secara klinis berdasarkan WHO untuk menegakkan diagnose DBD ini, yaitu adanya demam akut, gejala pendarahan, gangguan peredaran darah, pembesaran hati, penurunan jumlah trombosit, kebocoran plasma yang dapat terlihat dari peningkatan hematokrit, protein albumin rendah, terjadi efusi ( keluarnya cairan ke dalam rongga tubuh).
Tahap berikutnya pada serangan penyakit virus dengue ini dapatt meningkat ke fase dengue shock syndrome ( DSS). Sekitar 3 sampai 7 hari setelah demam menyerang, ada kondisi suhu tubuh penderita turun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar