Jumat, 22 Juni 2012

jepratjepret~

white knitted floral, tangtop black , curly hair, makeup

minimalist, thin, sweet smile with love for all (ʃ⌣ƪ) ♥


Published with Blogger-droid v2.0.4

cakra-harus terpisah ♥

Pertama kali gua denger lagunya (cakra-harus terpisah) itu di salah satu stasiun tv . Dan itu pun bukan berbentuk video clip atau berbentuk playlist , tapi lagu itu jadi salah satu soundtrack ftv .

Kesan pertama pas gua denger lagu itu ga tau kenapa langsung terenyuh (hahay deuh terenyuh bahasanya haha :p ) , ngena bgt pas kena hati guanya *cikiciw

Jadi gua tuh ngerasanya lagu itu sama ama kisah gua bangeeuuuuutsss (gaya anak alay hoho) sama salah satu mantan gua lah yah yang dulu pernah singgah dihati gua hhhaahaha *ga pentingssss*

Setelah gua cari tau itu lagu siapa dan judulnya apa langsunglah gua download lagunya .

Dan karena gua blum bosen dengerin lagu itu , lagu cakra-harus terpisah jadi lagu penghantar tidur gua deh .

Jadi pas gua mau tidur gua puter tuh lagu (cuma lagu itu doang , ga ada lagu lain) ampe gua tertidur pules haha ♥


Lirik Lagu Cakra Khan - Harus

Terpisah lyric

Sendiri, sendiri ku diam, diam dan

merenung

Merenungkan jalan yang kan

membawaku pergi

Pergi tuk menjauh, menjauh darimu

Darimu yang mulai berhenti

Berhenti mencoba, mencoba

bertahan

Bertahan untuk terus bersamaku

Ku berlari kau terdiam

Ku menangis kau tersenyum

Ku berduka kau bahagia

Ku pergi kau kembali

Ku coba meraih mimpi

Kau coba ‘tuk hentikan mimpi

Memang kita takkan menyatu

Bayangkan.. bayangkan ku hilang,

hilang tak kembali

Kembali untuk mempertanyakan lagi

cinta

Cintamu yang mungkin, mungkin tak

berarti

Berarti untuk ku rindukan

Ku berlari kau terdiam

[ *from http://www.index-of-

mp3.com/lyric/cakra-khan/harus-

terpisah.html ]

Ku menangis kau tersenyum

Ku berduka kau bahagia

Ku pergi kau kembali

Ku coba meraih mimpi

Kau coba ‘tuk hentikan mimpi

Memang kita takkan menyatu

Ini harusnya kita coba saling

melupakan

Lupakan, lupakan kita pernah saling

bersama

Ku berlari kau terdiam

Ku menangis kau tersenyum

Ku berduka kau bahagia

Ku pergi kau kembali

Ku coba meraih mimpi

Kau coba ‘tuk hentikan mimpi

Memang kita takkan menyatu ♥


Ceck video clip (cakra-harus terpisah) in (index-of-mp3.com/download/lagu/dc1917e2/video-cakra-harus-terpisah/ )


Published with Blogger-droid v2.0.4

Kamis, 21 Juni 2012

with mybestfriend ♥

Ini juga sama ama yang tadi , foto dihari yang sama , ditempat yang sama , tapi dengan baju yang beda hahahahaaaaay deuh *LOL

Ini juga tadinya foto mau dikirimin , tapi ga jadi soalnya banyak faktor yang bikin kita engga ada nyali buat ngiriminnya .

Soalnya kita mikirnya foto2 kita ini masih kalah bagusnya sama foto peserta yang lainnya . Yaa walaupun menurut gua foto2 ini ga jelek2 amat yaw hehehe :p

Tapi yaaaah suatu hari nanti kalo udah mantep hasil jepretannya pasti dikirim .

Sekarang mah masih amatiran :)


Published with Blogger-droid v2.0.4

with mybestfriend ♥

Iseng bareng aliifah ghassani , awalnya buat dikirim ke salah satu product kecantikan tapi ga jadi *hihi (ʃ⌣ƪ)

Finally ini foto cuma jadi koleksi pribadi kita aja ˆ⌣ˆ


Published with Blogger-droid v2.0.4

just post photo with orange t-shirt ˆ⌣ˆ

Published with Blogger-droid v2.0.4

Kamis, 14 Juni 2012

Makalah Tentang Diet Pada Pre-eklamsia dan eklamsia


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Kekurangan gizi hingga kini masih menjadi masalah besar bagi dunia ketiga, termasuk Indonesia. Masalah gizi menjadi serius sebab akan berdampak pada melemahnya daya saing bangsa akibat tingginya angka kesakitan dan kematian, serta timbulnya gangguan kecerdasan dan kognitif anak. Golongan yang paling rentan terhadap kekurangan gizi adalah ibu hamil, bayi, dan balita. Kecenderungan semakin tingginya angka Kekurangan Energi Protein (KEP) pada ibu hamil akan meningkatkan risiko kesakitan dan kematian ibu serta ibu yang melahirkan bayi dengan berat lahir rendah. Bayi yang lahir dengan berat di bawah normal (2.500 gram) rentan terhadap gangguan pertumbuhan dan kecerdasan. Anak yang kekurangan gizi saat lahir atau semasa bayi berisiko tinggi terhadap penyakit jantung dan pembuluh darah, serta diabetes melitus pada masa dewasa. Risiko kematian akibat kekurangan gizi juga lebih besar, justru dalam usia produktif. Pada kehamilan, selain terjadi perubahan fisiologis juga disertai perubahan psikologis.
Selain perdarahan dan infeksi dan kondisi-kondisi non fisiologis, pre-eklampsia dan eklampsia juga merupakan penyebab kematian ibu dan perinatal yang tinggi terutama di negara berkembang. Kematian karena eklampsia meningkat dengan tajam dibandingkan pada tingkat pre-eklampsia berat. Oleh karena itu, menegakkan diagnosis dini pre-eklampsia dan mencegah agar jangan berlanjut menjadi eklampsia merupakan tujuan pengobatan. Diperkirakan pre-eklampsia terjadi 5% kehamilan, lebih sering ditemukan pada kehamilan pertama. Juga pada wanita yang sebelumnya menderita tekanan darah tinggi atau menderita penyakit pembuluh darah. Karena itu kejadian kejang ini harus dihindarkan. Maka apabila pre eklampsia tidak diobat secara tepat bisa berakibat fatal, yaitu kematian bayi yang dikandung, bahkan termasuk ibunya sendiri.
B.      Tujuan

1.      Tujuan umun
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Gizi dan untuk menambah pengetahuan mahasiswa tentang diet ibu hamil dengan pre-eklamsia dan eklamsia serta konstipasi.

2.      Tujuan khusus
a.       Untuk mengetahui pengertian diet ibu hamil dengan pre-eklamsia dan eklamsia .
b.      Untuk mengetahui macam-macam diet ibu hamil dengan pre-eklamsia dan eklamsia .
c.       Untuk mengetahui bagaimana pencegahan kejadian pre-eklamsia dan eklamsia .





C.    Sistematika Penulisan

LEMBAR JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB 1       PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
B.      Tujuan Penulisan
C.      Sistematika Penulisan
       BAB II     PEMBAHASAN
A.    Pre-eklampsia
1.      Pengertian Pre-eklampsia
2.      Etiologi
3.      Manifestasi Klinik
4.      Patofisiologi
B.     Klasifikasi Pre-eklampsia
C.     Pencegahan Kejadian Pre-eklampsia dan eklampsia
1.      Penanganan Pre-eklampsia
2.      Diet Komplikasi Kehamilan Pre-eklampsia dan eklampsia
BAB III   PENUTUP
                        A.  Simpulan
                        B.  Saran
DAFTAR PUSTAKA



BAB II
PEMBAHASAN

A.     Pre-eklampsia

1.      Pengertian
a.       Pre-eklampsia (toksemia gravidarum) adalah tekanan darah tinggi yang disertai dengan proteinuria (protein dalam air kemih) atau edema (penimbunan cairan), yang terjadi pada kehamilan 20 minggu sampai akhir minggu pertama setelah persalinan. (Manuaba, 1998).
b.      Pre-eklampsia adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan edema akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Eklampsia adalah preeklampsia yang disertai kejang dan/atau koma yang timbul bukan akibat kelainan neurologi. Superimposed preeklampsia-eklampsia adalah timbulnya preeklampsia atau eklampsia pada pasien yang menderita hipertensi kronik. Menurut (Mansjoer et.al 2000)
c.       Pre-ekalmpsia adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan edema akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Eklampsia adalah preeklampsia yang disertai kejang dan/koma yang timbul bukan akibat kelainan neurologi.Sumperimposed preeklampsia-ekklampsia adalah timbulnya preeklampsia atau eklampsia pada pasien yang menderita hipertensi kronik.
d.      Menurut kamus saku kedokteran Dorland, pre-eklampsia adalah toksemia pada kehamilan lanjut yang ditandai oleh hipertensi,edema, dan proteinuria. Eklampsia adalah konvulsi dan koma, jarang koma saja, yang terjadi pada wanita hamil atau dalam masa nifas dengan disertai hipertensi, edema dan atau proteinuria.
2.      Etiologi
Penyebab eklampsia dan pre-eklampsia sampai sekarang belum diketahui. Tetapi ada teori yang dapat menjelaskan tentang penyebab eklampsia dan pre eklampsia yaitu :

a.       Sebab bertambahnya frekuensi pada primigraviditas, kehamilan ganda, hidramnion, dan mola hidatidosa.
b.      Sebab bertambahnya frekuensi yang makin tuanya kehamilan
c.       Sebab dapat terjadinya perbaikan keadaan penderita dengan kematian janin dalam uterus
d.      Sebab jarangnya terjadi eklampsi pada kehamilan – kehamilan berikutnya
e.       Sebab timbulnya hipertensi, edema, proteinuria, kejang dan koma

3.      Manifestasi klinik

Diagnosis pre-eklampsia ditegakan berdasarkan adanya dua dari tiga gejala, yaitu pemambahan berat badan yang berlebihan,edema, hipertensi, dan proteinuria. Penambahan berat badan yang berlebihan bila terjadi kenaikan 1 kg seminggu beberapa kali. Edema terlihat sebagai peningkatan berat badan,pembengkakan kaki, jari tangan, dan muka.Tekanan darah > 140/90 mmHg atau tekenen sistolik meningkat > 30 mmHg atau tekanan diastolik > 15 mmHg yang di ukur setelah pasien beristirahat selama 30 menit. Tekanan diastolik pada trimester kedua yang lebih dari 85 mmHg patut dicurigai sebagai tanda preeklampsia. Proteinuria apabila terdapat protein sebanyak 0,3 g/l dalam air urine 24 jam atau pemeriksaan kualitatif menunjukan +1 atau 2 ;atau kadar protein > 1g /l dalam urine yang dikeluarkan dengan kateter atau porsi tengah, diambil minimal 2 kali dengan jarak waktu 6 jam.
Disebut pre-eklampsia berat bila ditemukan gejaka berikut :

a.       Tekanan darah sistolik > 160 mmHg atau diastolik > 110 mmHg
b.      Proteinuria +> 5 g/24 jam atau > 3 pada tes celup
c.       sakit kepala hebat atau gangguan penglihatan
d.      Nyeri epigastrium dan ikterus
e.       Edema paru atau sianosis
f.       Trombositopenia
g.      Pertumbuhan janin terhambat
Diagnosis eklampsia ditegakkan berdasarkan gejala-gajala preeklampsia disertai kejang atau koma. Sedangkan, bila terdapat gejala preeklampsia berat dusertai salah satu atau beberapa gejala dari nyeri kepala hebat , gangguan visus, muntah-muntah, nyeri epigastrium dan keneikan tekanan darah yang progresif, dikatakan pasien tersebut menderita impending preeklampsia.
4.      Patofisiologi
Patofisiologi preeklampsia-eklampsia setidaknya berkaitan dengan perubahan fisiologi kehamilan. Adaptasi fisiologi normal pada kehamilan meliputi peningkatan volume plasma darah, vasodilatasi, penurunan resistensi vaskular sistemik systemic vascular resistance (SVR), peningkatan curah jantung, dan penurunan tekanan osmotik koloid (kotak 21-1). Pada preeklampsia, volume plasma yang beredar menurun, sehingga terjadi hemokonsentrasi dan peningkatan hematokrit maternal. Perubahan ini membuat perfusi organ maternal menurun, termasuk perfusi ke unit janin-uteroplasenta. Vasospasme siklik lebih lanjut menurunkan perfusi organ dengan menghancurkan sel-sel darah merah, sehingga kapasitas oksigen maternal menurun. Vasopasme merupakan sebagian mekanisme dasar tanda dan gejala yang menyertai preeklampsia. Vasopasme merupakan akibat peningkatan sensitivitas terhadap tekanan darah, seperti angiotensin II dan kemungkinan suatu ketidakseimbangan antara prostasiklin prostagladin dan tromboksan A2. Peneliti telah menguji kemampuan aspirin (suatu inhibitor prostagladin) untuk mengubah patofisiologi preeklampsia dengan mengganggu produksi tromboksan. Investigasi pemakaian aspirin sebagai suatu pengobatan profilaksis dalam mencegah preeklampsia dan rasio untung-rugi pada ibu dan janin. Peneliti lain sedang mempelajari pemakaian suplemen kalsium untuk mencegah hipertensi pada kehamilan.
Selain kerusakan endotelil, vasospsme arterial turut menyebabkan peningkatan permeabilitas kapiler. Keadaan ini meningkatkan edema dan lebih lanjut menurunkan volume intravaskular, mempredisposisi pasien yang mengalami preeklampsia mudah menderita edema paru. Preeklampsia ialah suatu keadaan hiperdinamik dimana temuan khas hipertensi dan proteinurea merupakan akibat hiperfungsi ginjal. Untuk mengendalikan sejumlah besar darah yang berfungsi di ginjal, timbul reaksi vasospasme ginjal sebagai suatu mekanisme protektif, tetapi hal ini akhirnya akan mengakibatkan proteinuria dan hipertensi yang khas untuk preeklampsia. Hubungan sistem imun dengan preeklampsia menunjukkan bahwa faktor-faktor imunologi memainkan peran penting dalam perkembangan preeklampsia. keberadaan protein asing, plasenta atau janin bisa membangkitkan respons imunologis lanjut..
B.     Klasifikasi Pre-eklampsia
Pre-eklampsia digolongkan ke dalam Pre-eklampsia ringan dan Pre-eklampsia berat dengan gejala dan tanda sebagai berikut:

a.       Pre-eklampsia Ringan

1) Tekanan darah sistolik 140 atau kenaikan 30 mmHg dengan interval pemeriksaan 6 jam.
2) Tekanan darah diastolic 90 atau kenaikan 15 mmHg dengan interval pemeriksaan 6 jam.
3) Kenaikan berat badan 1 kg atau lebih dalam seminggu. Edema umum, kaki, jari tangan dan muka.
4) Proteinuria 0,3 gr atau lebih dengan tingkat kualitatif 1 sampai 2 pada urin kateter atau urin aliran pertengahan.

b.      Pre-eklampsia Berat
Diagnosa PEB ditegakkan apabila pada kehamilan >20 minggu didapatkan satu/lebih gejala/tanda di bawah ini:
1) Tekanan darah 160/110 mmHg
a)      Ibu hamil dalam keadaan relaksasi (pengukuran tekanan darah minimal setelah istirahat 10 menit)
b)      Ibu hamil tidak dalam keadaan his.
·         Oigouria, urin kurang dari 500 cc/24 jam.
·         Poteinuria 5 gr/liter atau lebih atau 4+ pada pemeriksaan secara kuantitatif.
·         Terdapat edema paru dan sianosis.
·         Gangguan visus dan serebral.
·         Keluhan subjektif
c)      Nyeri epigastrium
d)     Gangguan penglihatan
e)      Nyeri kepala
f)       Gangguan pertumbuhan janin intrauteri.
g)      Pemeriksaan trombosit

C.    Pencegahan kejadian Pre-eklampsia dan eklampsia
Pre-eklampsia dan eklampsia merupakan komplikasi kehamilan ynag berkelanjutan dengan penyebab yang sama. Oleh karena itu, pencegahan atau diagnosis dini dapat mengurangi kejadian dan menurunkan angka kesakitan dan kematian. Untuk mencegah kejadian Pre-eklampsia ringan dapat dilakukan nasehat tentang dan berkaitan dengan:
a.       Diet-makanan
Makanan tinggi protein, tinggi karbohidrat, cukup vitamin dan rendah lemak. Kurangi garam apabila berat badan bertambah atau edema. Makanan berorientasi pada empat sehat lima sempurna. Untuk meningkatkan jumlah protein dengan tambahan satu butir telur setiap hari.
b.      Cukup istirahat
Istirahat yang cukup pada saat hamil semakin tua dalam arti bekerja seperlunya disesuaikan dengan kemampuan. Lebih banyak duduk atau berbaring kearah kiri sehingga aliran darah menuju plasenta tidak mengalami gangguan.
c.       Pengawasan antenatal (hamil)
Bila terjadi perubahan perasaan dan gerak janin dalam rahim segera datang ke tempat pemeriksaan. Keadaan yang memerlukan perhatian:
1) Uji kemungkinan Pre-eklampsia:
a) Pemeriksaan tekanan darah atau kenaikannya
b) Pemeriksaan tinggi fundus uteri
c) Pemeriksaan kenaikan berat badan atau edema
d) Pemeriksaan protein dalam urin
e) Kalau mungkin dilakukan pemeriksaan fungsi ginjal, fungsi hati, gambaran darah umum dan pemeriksaan retina mata.


2) Penilaian kondisi janin dalam rahim.
                     a)  Pemantauan tinggi fundus uteri
b) Pemeriksaan janin: gerakan janin dalam rahim, denyut jantung janin,     pemantauan air ketuban
1. Penanganan Pre-eklampsia
a. Penanganan Pre-eklampsia Ringan
Penanganan Pre-eklampsia bertujuan untuk menghindari kelanjutan menjadi eklampsia dan pertolongan kebidanan dengan melahirkan janin dalam keadaan optimal dan bentuk pertolongan dengan trauma minimal. Pre-eklampsia dan eklampsia tidak memberikan respon terhadap diuretik (obat untuk membuang kelebihan cairan) dan diet rendah garam. Penderita dianjurkan untuk mengkonsumsi garam dalam jumlah normal dan minum air lebih banyak. sangat penting untuk menjalani tirah baring. Penderita juga dianjurkan untuk berbaring miring ke kiri sehingga tekanan terhadap vena besar di dalam perut yang membawa darah ke jantung berkurang dan aliran darah menjadi lebih lancar. Untuk menurunkan tekanan darah dan mencegah kejang, bisa diberikan magnesium sulfat intravena (melalui pembuluh darah). Jika pre-eklamsianya bersifat ringan, penderita cukup menjalani tirah baring di rumah, tetapi harus memeriksakan diri ke dokter setiap 2 hari. Jika perbaikan tidak segera terjadi, biasanya penderita harus dirawat dan jika kelainan ini terus berlanjut, maka persalinan dilakukan sesegera mungkin. Penderita pre-eklamsia berat dirawat di rumah sakit dan menjalani tirah baring.
Pada Pre-eklampsia ringan penanganan simptomatis dan berobat jalan dengan memberikan:
·         Sedativa ringan
§   Phenobarbital 3x30 mgr
§   Valium 3x10 mgr

·         Obat penunjang
o   Vitamin B komplek
o   Vitamin C atau vitamin E
o   Zat besi

·         Nasehat
ü  Lebih banyak istirahat baring penderita juga dianjurkan untuk berbaring miring ke kiri sehingga tekanan terhadap vena besar di dalam perut yang membawa darah ke jantung berkurang dan aliran darah menjadi lebih lancar.
ü  Segera datang memeriksakan diri, bila tedapat gejala sakit kepala, mata kabur, edema mendadak atau berat badan naik. Pernafasan emakin sesak, nyeri pada epigastrium, kesadaran makin berkurang, gerak janin melemah-berkurang, pengeluaran urin berkurang.
·         Jadwal pemeriksaan hamil dipercepat dan diperketat.
Petunjuk untuk segera memasukkan penderita ke rumah sakit atau merujuk penderita perlu memperhatikan hal berikut:
ü  Bila tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih
ü  Protein dalam urin 1 plus atau lebih
ü  Kenaikan berat badan ½ kg atau lebih dalam seminggu
ü  Edema bertambah dengan mendadak
ü  Terdapat gejala dan keluhan subjektif.
Bila keadaan ibu membaik dan tekanan darah dapat dipertahankan 140-150/90-100 mmHg, tunggu persalinan sampai aterm sehingga ibu dapat berobat jalan dan anjurkan memeriksakan diri tiap minggu. Kurangi dosis obat hingga tercapai dosis optimal. Bila tekanan darah sukar dikendalikan, berikan kombinasi obat. Tekanan darah tidak boleh lebih dari 120/80 mmHg. Tunggu pengakhiran kehamilan sampai 40 minggu, kecuali terdapat pertumbuhan terhambat, kelainan fungsi hepar/ginjal, dan peningkatan proteinuria (3). Pada kehamilan >37 minggu dengan serviks matang, lakukan induksi persalinan. Persalinan dapat dilakukan spontan atau dipercepat dengan ekstraksi.
b. Penanganan Pre-eklampsia Berat
Bidan yang mempunyai polindes dapat merawat penderita Pre eklampsia berat untuk sementara, sampai menunggu kesempatan melakukan rujukan sehingga penderita mendapat pertolongan yang sebaik-baiknya.
Penderita diusahakan agar:
·         Terisolasi sehingga tidak mendapat rangsangan suara ataupun sinar.
·         Dipasang infus glukosa 5%
·         Dilakukan pemeriksaan:

ü  Pemeriksaan umum: pemeriksaan tiap jam; tekanan darah, nadi, suhu dan  pernafasan.
ü  Pemeriksaan kebidanan: pemeriksaan denyut jantung janin tiap 30 menit, pemeriksaan dalam (evaluasi pembukaan dan keadaan janin dalam rahim).
ü  Pemasangan dower kateter
ü  Evaluasi keseimbangan cairan
ü  Pemberian MgsO4 dosis awal 4 gr IV selama 4 menit

·         Setelah keadaan Pre-eklampsia berat dapat diatasi, pertimbangan mengakhiri kehamilan berdasarkan:

ü  Kehamilan cukup bulan
ü  Mempertahankan kehamilan sampai mendekati cukup bulan
ü  Kegagalan pengobatan Pre eklampsia berat kehamilan diakhiri tanpa memandang umur.
ü  Merujuk penderita ke rumah sakit untuk pengobatan yang adekuat.
Mengakhiri kehamilan merupakan pengobatan utama untuk memutuskan kelanjutan Pre eklampsia menjadi eklampsia. Dengan perawatan sementara di Polindes, maka melakukan rujukan penderita merupakan sikap yang paling tepat.
         2. Diet Komplikasi Kehamilan Pre-Eklampsia dan Eklamsia
 a. Tujuan Diet
·         Mencapai dan mempertahankan status gizi normal
·         Mencapai dan mempertahankan tekanan darah normal
·         Mencegah atau mengurangi tekanan darah normal
·         Mencapai keseimbangan nitrogen
·         Menjaga agar penambahan berat badan tidak melebihi normal
·         Mengurangi atau mencegah timbulnya faktor risiko lain atau penyulit baru pada saat kehamilan atau setelah melahirkan
b. Syarat Diet
Syarat-syarat diet pre-eklampsia adalah:
1) Energi dan semua zat gizi cukup. Dalam keadaan berat, makanan diberikan secara berangsur-angsur, sesuai dengan kemampuan pasien menerima makanan. Penambahan energi tidak lebih dari 300 kkal dari makanan atau diet sebelum hamil.
2) Garam diberikan rendah sesuai dengan berat-ringannya retensi garam atau air. Penambahan berat badan diusahakan di bawah 3 kg/bulan atau di bawah 1 kg/minggu.
3) Protein tinggi (1 ½ g/kg berat badan)
4) Lemak sedang, sebagian lemak berupa lemak tidak jenuh tunggal dan lemak tidak jenuh ganda
5) Vitamin cukup; vitamin C dan B6 diberikan sedikit lebih tinggi
6) Mineral cukup terutama kalsium dan kalium
7) Bentuk makanan disesuaikan dengan kemampuan makan pasien
8) Cairan diberikan 2500 ml sehari. Pada keadaan oliguria, cairan dibatasi dan disesuaikan dengan cara yang keluar melalui urin, muntah, keringat, dan pernafasan.



c. Macam diet dan indikasi pemberian
1). Diet pre-eklampsia I
Diet pre-eklampsia I diberikan pada pasien pre-eklampsia berat. Diet pre-eklampsia I diberikan sebagai makanan perpindahan dari pre-eklampsia I atau kepada pasien pre-eklampsia yang penyakitnya tidak begitu berat. Makanan berbentuk saring atau lunak dan diberikan sebagai diet rendah garam I. makanan ini cukup energi dan zat gizi lainnya.
2). Diet pre-eklampsia II
Diet pre-eklampsia II diberikan sebagai makanan perpindahan dari pre-eklampsia I atau kepada pasien pre-eklampsia yang penyakitnya tidak begitu berat. Makanan berbentuk saring atau lunak dan diberikan sebagai diet rendah garam I. Makanan ini cukup energi dan zat gizi lainnya.
3). Diet pre-eklampsia III
Diet pre-eklampsia III diberikan sebagai makanan perpindahan dari pre-eklampsia II atau kepada pasien pre-eklampsia ringan. Makanan ini mengandung protein tinggi dan garam rendah, diberikan dalam bentuk lunak atau biasa. Makanan ini cukup semua zat gizi. Jumlah energi harus disesuaikan dengan kenaikan berat badan yang boleh lebih dari 1 kg tiap bulan.
d. Bahan Makanan Sehari

Bahan Makanan
Diet Pre-eklamsia I
Diet Pre-eklamsia II
Diet Pre-eklamsia III
Berat (g
Jumlah
Berat (g)
Jumlah
Berat (g)
Jumlah
Beras
-
-
150
3 gls tim
200
4 gls tim
Telur
-
-
50
1 btr
50
1 btr
Daging
-
-
100
2 ptg
100
2 ptg sdg
Tempe
-
-
50
2 ptg
100
4 ptg sdg
Sayuran
-
-
200
2 gls
200
2 gls
Sari buah/buah
1000
5
400
4 ptg sdg
400
4 ptg sdg pepaya
Gula pasir
80
8
30
3 sdm
30
3 sdm
Minyak nabati
-
-
15
1 ½ sdm
25
2 ½ sdm
Susu bubuk *
75
15
25
5 sdm
50
10 sdm

*) Susu khusus ibu hamil. Bila diberikan susu biasa, energi hanya sebagian yang terpenuhi

e. Nilai gizi

Diet Pre eklamsia I
Diet Pre eklamsia II
Diet Pre eklamsia III
Energi (kkal)
1032
1604
2128
Protein (g)
20
56
80
Lemak (g)
19
44
63
Karbohidrat (g)
211
261
305
Kalsium (mg)
600
500
800
Besi (mg)
6,9
17,3
24,2
Vitamin A (RE)
750
2796
3035
Tiamin (mg)
0,5
0,8
1,0
Vitamin C (mg)
246
212
213
Natrium (mg)
228
248
.
f. Pembagian bahan makanan sehari

Waktu
Bahan Makanan
Jumlah
Pukul 06.00
The
1 gls
Pukul 08.00
Sari tomat
1 gls
Susu
1 gls
Pukul 10.00
Sari jeruk
1 gls
Pukul 13.00
Sari alpokat
1 gls
Susu
1 gls
lPukul 16.00
Sari tomat
1 gls
Susu
1 gls
Pukul 18.00
Sari papaya
1 gls
Sari jeruk
1 gls
Pukul 20.00
The
1 gls
Susu
1 gls



g. Pembagian bahan makanan sehari diet pre-eklamsia II & III
Waktu
Bahan makanan
Diet pre-eklamsia II
Diet pre-eklamsia III
Berat (g)
urt
Berat(g)
urt
Pagi
Beras
50
1 gls tim
50
1 gls tim
Telur ayam
50
1 btr
50
1 btr
Sayuran
5
½ sdm
50
½ sdm
Minyak
5
5 sdm
5
½ sdm
Susu bubuk
25
1 sdm
25
5 sdm
Gula pasir
10
1 sdm
10
1 sdm
Pukul 10.00
Buah
100
1 ptg sdg pepaya
100
1 ptg sdg pepaya
Gula pasir
10
1 sdm
10
1 sdm
Siang
Beras
50
1 gls nasi
75
1 ½ gls nasi
Daging
50
1 ptg sdg
50
1 ptg sdg
Tahu
50
½ bh besar
100
1 bh besar
Sayuran
75
¾ gls
100
1 bh besar
Buah
100
1 ptg sdg papaya
100
1 ptg sdg papaya
Minyak
5
½ sdm
10
1 sdm
Pukul 16.00
Buah
100
1 ptg sdg
100
1 ptg sdg
Gula pasir
10
1 sdm
10
1 sdm
Susu bubuk
-
-
25
5 sdm
Malam
Beras
50
1 gls nasi
75
1½ gls nasi
Ikan
50
1 ptg sdg
50
1 ptg sdg
Tempe
25
1 ptg dg
50
2 ptg sdg
Sayuran
75
¼ gls
75
¾ gls
Buah
100
1 ptg sdg papaya
100
1 ptg sdg papaya
Minyak
5
½ sdm
10
1 sdm

h. Contoh menu sehari
Pagi
Siang
Malam
Nasi tim
Nasi tim
Nasi tim
Telur ceplok air
Daging bumbu terik
Ikan bumbu kuning
Tumis kacang panjang toge
Tahu bacam
Gandong tahu
Susu
pisang
Jeruk
Pukul 10.00
Pukul 16.00
Pukul 20,00
Selada buah
Jeruk
The

BAB III
PENUTUP

A.    Simpulan

1. Pre-eklampsia (toksemia gravidarum) adalah tekanan darah tinggi yang disertai dengan proteinuria (protein dalam air kemih) atau edema (penimbunan cairan), yang terjadi pada kehamilan 20 minggu sampai akhir minggu pertama setelah persalinan.
2. Tujuan diet pre-eklampsia adalah mencapai dan mempertahankan status gizi normal, mencapai dan mempertahankan tekanan darah normal, mencegah atau mengurangi tekanan darah normal, mencapai keseimbangan nitrogen, menjaga agar penambahan berat badan tidak melebihi normal, mengurangi atau mencegah timbulnya faktor risiko lain atau penyulit baru pada saat kehamilan atau setelah melahirkan
B. Saran
1. Diharapkan bagi petugas kesehatan dapat memberikan pendidikan kesehatan berupa penyuluhan bagi ibu hamil mengenai dampak yang dapat terjadi dari komplikasi pada masa kehamilan.
2. Bagi ibu hamil agar rajin dan memeriksakan kehamilannya secara rutin (setidaknya 1 kali setiap bulannya) dengan harapan dapat mengurangi risiko komplikasi pada kehamilan
3. Ibu hamil sebaiknya selalu mengkonsumsi makanan yang bergizi selama kehamilanya agar terhindar dari bahaya komplikasi kehamilan.
4. Sebaiknya ibu hamil segera menghubungi tenaga kesehatan terdekat jika terjadi tanda-tanda komplikasi kehamilan agar dapat segera memperoleh penanganan.